
Melalui Program Guru Tamu, Siswa SMK Negeri 1 Sragen Praktik Membatik Bersama Batik Ontorejo
SMK Negeri 1 Sragen melaksanakan kegiatan Guru Tamu Busana dengan menghadirkan Widiyantoro, budayawan sekaligus pengrajin tenun dan batik serta pemilik Batik Ontorejo, sebagai praktisi dalam kegiatan pembelajaran praktik membatik. Kegiatan yang berlangsung di studio Batik Ontorejo ini dilaksanakan pada Kamis, 10 September 2026, mulai pukul 08.00 hingga 16.00 WIB.

Kegiatan Guru Tamu ini memberikan kesempatan kepada siswa untuk memperoleh pengalaman secara langsung dalam mengenal dan mempraktikkan proses pembuatan batik. Tidak hanya mendapatkan penjelasan secara teori, siswa juga terlibat langsung dalam setiap tahapan pembuatan karya batik. Dalam kegiatan tersebut, siswa mempraktikkan beberapa tahapan dasar membatik, yaitu mencanting, mencolet, dan melorot.

Pada tahap mencanting, siswa belajar mengaplikasikan malam atau lilin batik pada kain menggunakan canting sesuai dengan pola dan motif yang telah dibuat. Siswa tampak antusias mengikuti arahan dari praktisi dan mencoba membuat motif pada kain secara langsung.

Selanjutnya, siswa melakukan proses mencolet, yaitu memberikan warna pada bagian-bagian tertentu dari motif menggunakan kuas atau alat colet. Siswa dapat mengeksplorasi kombinasi warna sesuai dengan desain yang telah dibuat sehingga menghasilkan motif batik yang lebih menarik dan beragam.

Tahapan berikutnya adalah melorot, yaitu proses menghilangkan malam dari kain setelah pewarnaan selesai. Proses ini dilakukan dengan menggunakan air panas sehingga motif dan warna yang telah dibuat dapat terlihat dengan lebih jelas.

Kegiatan praktik membatik berlangsung dengan penuh antusias. Siswa tidak hanya belajar mengenai teknik membatik, tetapi juga mendapatkan pengalaman langsung mengenai proses pembuatan karya batik dari seorang praktisi di bidangnya.

Melalui kegiatan Guru Tamu bersama Batik Ontorejo ini, diharapkan siswa dapat meningkatkan keterampilan membatik, memahami proses pembuatan batik secara lebih mendalam, serta menumbuhkan rasa apresiasi terhadap warisan budaya Indonesia. Kegiatan ini juga menjadi salah satu bentuk pembelajaran yang menghubungkan pengetahuan di sekolah dengan pengalaman praktik di dunia industri dan budaya. “Merajut warisan, mengukir masa depan melalui batik.” 🧵✨



