Rangkaian Listrik : Perbedaan Rangkaian Seri, Paralel, AC dan DC

rangkaian listrik

Apakah Anda masih kesulitan mengenali jenis alur listrik? Tepat sekali, arus listrik memang memiliki banyak jenis rangkaian litrik dengan istilah yang sulit diingat. Meskipun mempelajari arus listrik fisika di bangku SMP, namun memahami pengetahuin ini butuh kemauan khusus agar bisa mudah mengenalinya.

Sebelum mengenal jenis rangkaian pada arus litrik Anda perlu mengenal terlebih dahulu apa itu arus litrik. Hal ini akan memudahkan Anda untuk memahami konsep aliran listrik yang lebih jauh. berikut ini pengertian arus listrik, rangkaiannya, hingga jenis dan penerapannya.

Pengertian Rangkaian Listrik

Rangkaian listrik adalah bentuk alat-alat listrik yang tersusun dalam hubungan sumber listrik sehingga akan menghasilkan arus listrik setelahnya. Jadi bagian-bagian utama dari rangkaian ini adalah alat atau komponen listrik, penghubung, dan sumber litrik.

Alat atau komponen listrik kemudian diartikan sebagai peralatan yang membutuhkan listrik unuk menjalankan kerjanya. salah satu contoh alat atau komponen listrik adalah Televisi. sedengkan pneghubung adalah bentuk media yang akan menghubungkan alat ataukomponen litrik tadi dengan sumber listrik yang tersedia.

Lalu seperti apa bentuk sumber listrik? Sumber listrik berbentuk alat pembangkit listrik yang membuat beda potensial listrik menjadi dua buah titik. Arus listrik yang kemudian mengalir pada rangkaian tersebut berupa aliran elektron yang mengalir dari kutub negatif ke kutub postf dalam jangka waktu tertentu.

Berikut ini beberapa jenis rangkaian listrik yang perlu Anda ketahui:

Jenis-jenis Rangkaian Listrik

Rangkaian Listrik Seri

rangkaian listrik seri

Rangkaian listrik seri adalah rangakaian dengan alat atau komponen listrik yang tersusun secara berurutan atau berderet.

  • Ciri-ciri
    1. Tersusun berurutan atau berderet
    2. Alur listriknya mengalir tanpa melalui cabang tertentu
    3. Arus listriknya mengalir di berbagai titik dalam rangakain dengan besar yang sama
    4. Memiliki tegangan listrik dsetiap hambatan yang nilainya berbeda-beda
  • Kelebihan
    1. Besarnya kekuatan arus listrik besarnya sama di setiap bagian
    2. Bentuknya yang sederhanan membuat rangkaian ini mudah dibuat
    3. Rangkaiannya yang sejajar membuat rangkaian ini tidak membutuhkan terlalu banyak komponen
    4. Membutuhkan kabel yang lebih sedikit
  • Kekurangan
    1. Jika salah satu alat listrik dilepas atau rusak, maka alus litrik akan langsung terputus.
    2. Memerlukan daya listrik yang lebih banyak, jadi lebih boros litrik yang mengakibatkan baterai cepat habis
    3. Jika digunakan untuk menyalakan lampu maka akan menghasilkan cahay yang redup

Rangkaian Listrik Paralel

rangkaian listrik paralel

Rangkaian Listrik Paralel adalah rangkaian yang memiliki alat-alat listrik tersusun atau terhubung dengan cara berjajar ata bercabang.

  • Ciri-ciri
    1. Memiliki percabangan
    2. Total hambatan akan lebih kecil
    3. Disetiap komponen memiliki tegangan listrik yang sama besar
    4. Setiap komponen dialiri arus listrik yang besarnya tidak sama
  • Kelebihan
    1. Memiliki hambatan yang kecil sehingga mampu membuat lampu menyala lebih terang
    2. Setiap komponen dapat bekerja secara bebas tanpa ada pengaruh dari komponen yang lain
    3. Jika salah satu almpu atau alat listrik terlepas atau rusak atau padam, maka perangkat yang lain tidak akan ikut mati, melainkan tetap menyala atau berfungsi dengan baik
  • Kekurangan
    1. Akan mengeluarkan biaya lebih besar karena menggunakan banyak kabel
    2. Dalam menghantarkan arus listrik kurang efesien
    3. Memiliki rangkaian yang lebih rumit karena ada banyak percabangan

Mengenal Arus Listrik

Electric current atau Arus listrik merupakan bentuk aliran yang terjadi  karena adanya sejumlah muatan listrik yang mengalir dari satu titi ke titik yang lain dalam jangka waktu tertentu pada sebuah rangkaian. Jadi, muatan listrik tersebut dibawa oleh elektrok dan praton yang ada di dalam sebuah atom.

Jika Anda belum mengerti apa itu praton dan elektron, pratona adalah arus listrik bermuatan positif yang sebagaian besar alirannya bergerak di dalam inti atom. Sedangkan elektron adalah arus listrik bermuatan negatif yang berfungsi untuk membawa muatan berpindah tempat dari satu tempat ke tempat lain.

Arus listrik memiliki jenis dan arah yang kemudian membentuk sebauah rangkaian.  berikut ini pengertian dan jenis dari rangkaian tersebut:

Arus Listrik AC (Arus Bolak-Balik)

arus listrik AC

Arus ini mempunya arah bolak-balik karena sumber listriknya menghasilkan voltase bolak-balik  (voltase alternating)Rangkaian pada arus bolak-balik (AC) terus berubah karena dipengaruhi oleh pasokan listriknya. AC memiliki reaktansi sehingga terdapat komponen daya sebagai akibat dari medan magnet atau listrik yang dibua oleh komponen listrik tersebut.

Gelombang Sinusioda adalah bentuk gelombang dari arus bolak-balik ini  yang memungkinkan pengaliran energi menjadi lebih efesien. Jadi aplikasi secara spesifiknaya, bentuk gelombang AC dapat digunakan dalam bentuk gelombang segitiga (tringula wave) atau dalam bentuk gelombang empat (Squere wave).

Contoh pemakaian arus listrik AC adalah transmisi tenagan listrik dari PLN yang kita pakai di rumah. Selain itu pemakaian beberapa listrik di rumah akan melalui kWh meter dan pembatas daya yang hanya bisa dilakukan pada rangkaian aruslistrik AC.

Arus Listrik DC (Arus Searah)

arus listrik DC

Sumber arus listrik searah (DC) adalah sumber energi listrik yang menciptakan arus listrik searah dan selalu tetap (konstan) dari suatu muatan listrik dari potensi tinggi ke yang lebih rendah.

Rangkaian ini biasanya bisa dijumpai pada perangakt aplikasi yang bertegangan rendah seperti pada baterai dan sirkuit elektrik yang membutuhkan catu daya atau arus searan (DC). Beberapa tegangan yang sering digunakan oleh DC adalah 1.5 VDC, 5 VDC, 12 VDC, dan 24 VDC.

Nah, itulah penjelasan tentang arus listrik, mulai dari pengertian hingga jenis-jenisnya. Apakah Anda masih sulit membedakannya? Yang perlu Anda lakukan adalah mengamati ciri-cirinya, maka Anda bisa menggunakan jenis rangkaian aliran listrik sesuai dengan kebutuhan Anda. Selamat mencoba.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *